Selasa, 17 Februari 2026

ANALISIS SILA-SILA PANCASILA DILIHAT DARI CAUSA MATERIALIS


1.     Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Sifat dan keadaan dalam negara harus sesuai dengan hakikat Tuhan sebagai yang pertama dari segala sesuatu atau causa prima. Sebab kuasaNya sempurna sebagai pengatur tata tertib alam.

Pada sila ini, negara harus mempertahankan pluralitas dan kebebasan beragara. Sila ini memastikan bahwa tidak ada diskriminasi berdasarkan agama.

2.     Sila kemanusiaan yang adil dan beradab

Sifat dan keadaan dalam negara harus sesuai dengan hakikat manusia yang bersusun, terdiri atas unsur-unsur yang majemuk Tunggal atau monopluralis. Manusia mempunyai kemampuan untuk menyelenggarakan kerja sama antar akal, rasa dan kehendak Bersatu.

Pada sila ini menjamin penerapan hak asasi manusia karena berfungsi sebagai standar kesopanan dan persatuan suatu negara terhadap masing-masing dan setiap individu.

3.     Sila persatuan Indonesia

Sifat dan keadaan di dalam negara harus sesuai dengan hakikat satu, yaitu mutlak utuh tiddak terbagi dan mutlak terpisah dari segala sesuatu hal lainnya. Persatuan dan kesaatuan bangsa harus dipelihara, dipererat, dan dikembangkan agar perbedaan-perbedaan saling melengkapi untuk memperkaya kehidupan.

Sila ini menegaskan bahwa cinta kepada rakyat Indonesia tidak terbatas terhadap perbedaan, melainkan memupuk hubungan timbal balikberdasarkan kesetaraan posisi dan komitmen Bersama untuk membangun kolaborasi yang melindungi kesejahteraan dan martabat rakyat Indonesia.

4.     Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Sifat dan keadaan di dalam negara harus seusai dengan hakikat rakyat, yaitu keseluruhan penjumlah semua orang di dalam negara. Indonesia negara satu untuk semua dan semua untuk satu, berdasarkan permusyawaaratan, gotong royong dan kekuasaan yang ada pada rakyat (Notonagoro, 1980:120).

Sila ini menunjukkan dedikasi untuk demokrasi, musyawarah untuk mufakat dan kedaulatan di tangan rakyat.

5.     Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sifat dan keadaan dalam negara harus sesuai dengan hakikat adil. Kewajiban untuk memenuhi lebih diutamakan daripada penuntutan hak, yang mengandung keadilan segitiga antara Masyarakat, bangsa dan negara.

Sila ini menyiratkan bahwa diperlukan pemberantasan kemiskinan dan prasangka terhadap Masyarakat yang rentan dan minoritas dari berbagai wilayah Indonesia (diresume dari Syamsuddin, Mukhtasar, dkk. 2025:5.24-41).


REFERENSI

Notonagoro. (1980). Beberapa Hal Mengenai Filsafat Pancasila. Jakarta: Pantjuran Tujuh.

Syamsuddin, Mukhtasar, dkk. 2025. Pancasila. Tangerang. Univ.Terbuka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar