Selasa, 17 Februari 2026

Perubahan jasa perpustakaan dilihat dari layanan sirkulasi, referensi dan literasi informasi

Perubahan jasa perpustakaan dilihat dari layanan sirkulasi, referensi dan literasi informasi dalam kehidupan akademik, adalah;

1.     Jasa perpustakaan dalam layanan sirkulasi

Layanan sirkulasi Adalah kegiatan yang memberikan bantuan kepada pengguna perpustakaan dalam proses peminjaman dan pengembalian bahan pustaka, dengan layanan online menjadi perpanjangan dari bantuan tersebut yang bisa diakses kapan saja (Bafadal, Ibrahim. 2014).

Sedangkan Lasa Hs (2005) menyatakan bahwa pelayanan sirkulasi mencakup semua kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan koleksi secara tepat guna dan tepat waktu. Dalam konteks online, ini berarti penggunaan sistem digital untuk melakukan kegiatan pencatatan tersebut.

Dengan demikian, layanan sirkulasi dalam kehidupan akademik sehari-hari, yakni dapat memperoleh bantuan kemudahan dari layanan sirkulasi perpustakaan karena dapat mengakses peminjaman dan perpanjangan pinjaman buku-buku secara online.

Ada terdapat dua system sirkulasi dalam perpustakaan, yakni sirkulasi terbuka dan sirkulasi tertutup, dianrtanya;

a.     Sirkulasi terbuka, membebaskan pemustaka ke rak-rak koleksi perpustakaan. Mereka dapat melakukan browsing atau mencari-cari, membuka-buka, melihat-lihat, dan atau mengambil sendiri buku-buku yang mereka butuhkan. Ketika buku-buku tersebut tidak cocok, mereka dapat memilih buku-buku lain yang hampir sama atau bahkan yang berbeda.

b.     System tertutup, pemustaka tidak diperkenankan untuk datang langsung ke ke rak-rak buku untuk membaca ataupun mengambil sendiri buku-buku tersebut. Pemustaka hanya dapat membaca atau meminjam buku-buku tersebut dengan bantuan staf perpustakaan yang akan mencari dan mengambil buku-buku yang dibutuhkan oleh para pemustaka.

Dengan demikian, sirkulasi layanan tertutup dan terbuka memiliki masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Sirkulasi terbuka memiliki kelebihan dalam hal kebebasan pemustaka dalam melakukan browsing untuk melihat koleksi yang menjadi sumber informasi dan pengetahuan. Namun juga memiliki kelemahan dalam hal pemustaka cenderung akan salah menempatkan kembali koleksi pada rak semula sehingga koleksi bercampur aduk.  Sedangkan system tertutup memiliki kelebihan dalam hal kerapian susunan koleksi baik secara fisik maupun dari segi nomor klasifikasinya, meminimalisir Tingkat kehilangan. Sama halnya juga memiliki kekurangan karena  membutuhkan lebih banyak waktu yang diperlukan oleh pemustaka dalam mengisi formulir atau menelusur di katalog atau opac.

 

2.     Jasa perpustakaan sebagai penyedia layanan referensi/ perpustakaan digital  Adalah sistem perpustakaan yang menyediakan akses sumber daya informasi melalui perangkat digital dan jaringan internet.

Perpustakaan digital adalah suatu sistem perpustakaan yang memiliki berbagai layanan dan objek informasi yang mendukung akses objek informasi melalui perangkat digital. Ini menunjukkan pergeseran dari perpustakaan fisik ke lingkungan yang didukung teknologi (Lasa Hs, 2009).

Dengan demikian, layanan sirkulasi dalam kehidupan akademik sehari-hari saya, yakni seperti dalam proses penyusunan tanggapan ini sangat terbantu oleh layanan referensi ini.

3.     Layanan perpustakaan sebagai penyedia literasi informasi, menurut Iskandar Agung (2012) literasi informasi di perpustakaan Adalah kemampuan pemustaka untuk mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, menyusun, menciptakan, dan mengkomunikasikan informasi kepada orang lain, yang berhasil jika pemustaka dapat mengaplikasikan sumber informasi dengan benar sesuai kebutuhan.

Dalam kehidupan akademik sehari-hari, terbukti menampilkan literasi yang kredibel sebagai sumber referensi bagi mahasiswa pada segara bidang jurusan.

 

REFERENSI

Agung, Iskandar . 2012. Panduan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru. Jakarta: Bestari Buana Murni.

Bafadal, Ibrahim. 2014. Pengelolaan perpustakaan sekolah. Jakarta : Bumi Aksara

Lasa HS. 2005. Manajemen perpustakaan sekolah. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media

Lasa HS. 2009. Manajemen perpustakaan sekolah. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar