Perubahan jasa perpustakaan dilihat dari layanan sirkulasi, referensi dan literasi informasi dalam kehidupan akademik, adalah;
1. Jasa perpustakaan dalam layanan
sirkulasi
Layanan sirkulasi
Adalah kegiatan yang memberikan bantuan kepada pengguna
perpustakaan dalam proses peminjaman dan pengembalian bahan pustaka, dengan
layanan online menjadi perpanjangan dari bantuan tersebut yang
bisa diakses kapan saja (Bafadal, Ibrahim. 2014).
Sedangkan Lasa
Hs (2005) menyatakan bahwa pelayanan sirkulasi mencakup semua kegiatan
pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan koleksi secara
tepat guna dan tepat waktu. Dalam konteks online, ini berarti penggunaan sistem
digital untuk melakukan kegiatan pencatatan tersebut.
Dengan
demikian, layanan sirkulasi dalam kehidupan akademik sehari-hari, yakni dapat
memperoleh bantuan kemudahan dari layanan sirkulasi perpustakaan karena dapat
mengakses peminjaman dan perpanjangan pinjaman buku-buku secara online.
Ada
terdapat dua system sirkulasi dalam perpustakaan, yakni sirkulasi terbuka dan
sirkulasi tertutup, dianrtanya;
a.
Sirkulasi terbuka, membebaskan
pemustaka ke rak-rak koleksi perpustakaan. Mereka dapat melakukan browsing atau
mencari-cari, membuka-buka, melihat-lihat, dan atau mengambil sendiri buku-buku
yang mereka butuhkan. Ketika buku-buku tersebut tidak cocok, mereka dapat
memilih buku-buku lain yang hampir sama atau bahkan yang berbeda.
b.
System tertutup, pemustaka tidak
diperkenankan untuk datang langsung ke ke rak-rak buku untuk membaca ataupun
mengambil sendiri buku-buku tersebut. Pemustaka hanya dapat membaca atau
meminjam buku-buku tersebut dengan bantuan staf perpustakaan yang akan mencari
dan mengambil buku-buku yang dibutuhkan oleh para pemustaka.
Dengan
demikian, sirkulasi layanan tertutup dan terbuka memiliki masing-masing
memiliki kelebihan dan kekurangannya. Sirkulasi terbuka memiliki kelebihan
dalam hal kebebasan pemustaka dalam melakukan browsing untuk melihat koleksi
yang menjadi sumber informasi dan pengetahuan. Namun juga memiliki kelemahan
dalam hal pemustaka cenderung akan salah menempatkan kembali koleksi pada rak
semula sehingga koleksi bercampur aduk.
Sedangkan system tertutup memiliki kelebihan dalam hal kerapian susunan
koleksi baik secara fisik maupun dari segi nomor klasifikasinya, meminimalisir
Tingkat kehilangan. Sama halnya juga memiliki kekurangan karena membutuhkan lebih banyak waktu yang
diperlukan oleh pemustaka dalam mengisi formulir atau menelusur di katalog atau
opac.
2. Jasa perpustakaan sebagai penyedia
layanan referensi/ perpustakaan digital
Adalah sistem perpustakaan yang menyediakan akses sumber daya informasi
melalui perangkat digital dan jaringan internet.
Perpustakaan digital adalah suatu
sistem perpustakaan yang memiliki berbagai layanan dan objek informasi yang
mendukung akses objek informasi melalui perangkat digital. Ini menunjukkan
pergeseran dari perpustakaan fisik ke lingkungan yang didukung teknologi (Lasa
Hs, 2009).
Dengan demikian, layanan sirkulasi dalam kehidupan akademik sehari-hari saya, yakni seperti dalam proses penyusunan tanggapan ini sangat terbantu oleh layanan referensi ini.
3.
Layanan
perpustakaan sebagai penyedia literasi informasi, menurut Iskandar Agung (2012)
literasi informasi di perpustakaan Adalah kemampuan pemustaka untuk
mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, menyusun, menciptakan, dan
mengkomunikasikan informasi kepada orang lain, yang berhasil jika pemustaka
dapat mengaplikasikan sumber informasi dengan benar sesuai kebutuhan.
Dalam kehidupan akademik sehari-hari, terbukti menampilkan literasi yang
kredibel sebagai sumber referensi bagi mahasiswa pada segara bidang jurusan.
REFERENSI
Agung,
Iskandar . 2012. Panduan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru. Jakarta: Bestari
Buana Murni.
Bafadal, Ibrahim. 2014. Pengelolaan perpustakaan
sekolah. Jakarta : Bumi Aksara
Lasa
HS. 2005. Manajemen perpustakaan sekolah. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media
Lasa
HS. 2009. Manajemen perpustakaan sekolah. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar