Komunikasi nonverbal merupakan cara manusia dalam berkomunikasitanpa menggunakan aspek Bahasa. Komunikasi nonverbal menggunakan dua saluran, yakni saluran yang kelihatan dan saluran parabahasa. Saluran yang kelihatan Adalah komunikasi yang dilihat secara alngsung oleh mata kita, seperi ekspresi wajah, isyarat, gestur dan penampilan. Sedangkan komunikasi parabahasa Adalah saluran yang yang berkaitan dengan aspek suara selain ucapan yang dapat dipahami seseorang, yang meliputi nada, keras lembutnya suara, mutu suara, kecepatan bicara, intonasi dan bentuk ucapan (Nunung Prajarto. 2024: 6.21).
Dilihat
dari bentuk kinesik. Yang termasuk pesan nonverbal dalam bentuk kinesik (Nunung Prajarto. 2024: 6.28-34) Adalah ekspresi wajah, kontak mata, bibir dan senyuman, sentuhan, ciuman,
Gerakan kepala, Gerakan tangan, Gerakan kaki, postur tubuh dan penampilan serta
perilaku diam.
Komunikasi nonverbal yang sebaiknya dilakukan seorang CEO saat menyampaikan informasi penting Adalah:
- ekspresi wajah harus serius,
- kontak mata harus kuat,
- jika informasi bersifat positif seorang CEO harus menyampaikannya dengan senyuman tulus, jika informasi bersifat negative harus tegas dan tidak menunjukkan kepanikan,
- jika informasi yang disampaikan Adalah keberhasilan suatu program maka CEO harus memberikan jabat tangan/ mengacungkan jempol kepada sosok yang membuat program itu berhasil.
- Seorang CEO harus memberikan ciuman persahabatan kepada staff kepercayaan sebagai tanda persahabatan.
- Postur tubuh dan penampilan harus berwibawa yang menunjukkan identitas dan status sosial seorang CEO.
Dilihat dari bentuk proksemik. Yang termasuk komunikasi nonverbal proksemik, yakni jarak fisik, jarak ruang dan jarak waktu.
Komunikasi
nonverbal yang sebaiknya dilakukan seorang CEO saat menyampaikan informasi
penting Adalah:
- Jarak fisik komunikasi seorang CEO dengan
staffnya minimal (4-10 kaki) sebagai bentuk interaksi sosial antar pimpinan dan
karyawannya.
- Jarak ruang komunikasi, seorang CEO harus melibatkan
diri dalam wilayah public (public territory) dalam kondisi tertentu untuk
berinteraksi dengan karyawannya.
- Jarak waktu komunikasi, seorang CEO harus menganut waktu monokronik dan menghemat waktu dengan menyampaikan informasi yang penting.
Dilihat
dari bentuk paralinguistic. Yang termasuk komunikasi nonverbal paralinguistik,
yakni kualitas suara, ciri vocal, pembatasan vocal dan pemisahan vocal.
Komunikasi
nonverbal yang sebaiknya dilakukan seorang CEO saat menyampaikan informasi
penting Adalah:
- Kualitas suara, harus tinggi untuk menunjukkan kegimbaraan pada proses penyampaian infomrasi positif
- Ciri vocal, vocal seorang CEO harus berteriak sebagai symbol Bahagia saat program menjadi sukses.
- Pembatasan vocal, nada suara harus tinggi untuk menunjukkan optimisme seorang CEO
- Pemisahan vocal, mengurangi irama suara “eee” agar tidak dinilai gugup dan kurang paham materi.
REFERENSI
Prajarto, Nunung. 2024. Pengantar Ilmu Komunikasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. Hal. 6.28-34
Tidak ada komentar:
Posting Komentar