Strategi yang dapat dijalankan
untuk meningkatkan internalisasi Pancasila sebagai identitas nasional Indonesia
menghadapi tantangan arus globalisasi adalah dengan mengamalkan Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari, terutama berkaitan dengan profesi/tugas yang dijalani sebagai
staff perpustakaan.
1.
Ketuhanan
Yang Maha Esa
Menempatkan Tuhan pada posisi yang
pertama atau causa prima (Lasiyo, dkk.2025 5.24). sebab segala sesuatu bermula dari penguasa
yang sempurna, tidak berubah, tidak terbatas serta pengatur tata tertib alam
semesta sehingga wajib untuk beribadah kepadaNya. Selain dari pada itu, Indonesia
sebagai negara bertuhan harus ada toleransi yang sejati (Notonagoro, 1971:74).
CONTOHNYA : dalam menjalankan tugas
sebagai staff perpustakaan harus diawali dengan doa. Menghargai hari ibadah
umat lain yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional, seperti Islam
(Idul Fitri, Idul Adha), Kristen (Natal, Paskah), Katolik (Natal, Paskah),
Hindu (Nyepi), Buddha (Waisak), dan Konghucu (Tahun Baru Imlek).
2.
Kemanusiaan
yang adil dan beradab
Sebagai penjelmaan unsur-unsur
hakikat manusia, jiwa, raga, akal rasa,
kehendak dan sifat kodrat makhluk perseorangan dan makhluk sosial, serta
kedudukan kodrat pribadi berdiri sendiri dan makhluk Tuhan dalam kesatuan
monopluralis. Hidup beradab Adalah bentuk penyelenggaraan hidup bermartabat
setinggi-tingginya (Notonagoro, 1980:92). Kaitannya dengan profesi saya sebagai
staff perpustakaan, maka wajib memperlakukan sesame manusia secara adil dan
beradab selayaknya melayani diri sendiri sebagai makhluk yang bermartabat.
CONTOHNYA: menyapa setiap pengguna
perpustakaan dengan etika yang sama, memberikan pelayanan secara adil dalam hal
memenuhi kebutuhan yang memang sudah menjadi haknya.
3.
Persatuan
Indonesia
Persatuan dan kesatuan bangsa harus
dipelihara, dipererat dan dikembangkan untuk menyatukan perbedaan sebagai
kekuatan atau ketahanan nasional (Notonagoro, 1980:103). Sebagai seorang staff
di lingkungan Pendidikan, wajib memberikan pemahaman kepada siswa siswi tentang
pentingnya persatuan Indonesia. Tidak menjadikan perbedaan wilayah, warna kulit
dan budaya untuk memecah bangsa, tetapi menjadikan perbedaan sebagai symbol
kekuatan bangsa.
CONTOHNYA : Papua memiliki sumber
daya alam melimpah, tidak menjadikan potensi itu sebagai alasan untuk
memisahkan diri dari NKRI, tetapi menjadikan potensi tersebut untuk mensubsidi daerah
lain yang tak memiliki potensi yang sama.
4.
Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Negara hadir untuk rakyat, oleh
karena itu negara Indonesia harus dipahami bahwa negara hadir bukan untuk satu golongan tertentu. Negara satu untuk semua dan
semua untuk satu, berdasarkan permusyawaratan dan gotong royong, dengan asas
kedaulatan rakyat (Notonagoro, 1980:120).
CONTOHNYA: Masyarakat Indonesia
mengenal musyawarah untuk mufakat dalam penyelenggaraan negara dan
pemerintahan, seperti Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah
sebagai legislative. Di lingkungan sekolah, sebagai staff perpustakaan, wajib
musyawarah dengan rekan kerja dalam menentukan koleksi perpustakaan yang sesuai
dengan kebutuhan siswa.
5.
Keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Persamaan hak dan kewajiban,
kesetaraan dalam hukum baik orang miskin maupun kaya tanpa memandang status
golongan dan ekonomi. Posisi negara sebagai satu pihak yang wajib melindungi bangsanya,
serta melayani kepentingan masyarakatnya
tanpa terkecuali. Hal ini pun penting dipraktekkan di dunia Pendidikan, karena keadilan
sosial bukan saja pada warga Indonesia tetapi turut andil menciptakan
perdamaian dunia.
CONTOHNYA: Ketika siswa siswi
membutuhkan pelayanan di perpustakaan, staff harus melayani secara adil dan
sama, begitupun kepada siswa internasional yang membutuhkan referensi di
perpustakaan.
REFERENSI
Lasiyo, Reno Waikandaru, Hastangka. 2025. Pendidikan
Keawrganegaraan. Tangerang Selatan: Univ. Terbuka
Notonagoro. (1971). Pancasila secara ilmiah popular.
Jakarta.bumi aksara
Notonagoro. (1980). Beberapa hal mengenai falsafah Pancasila.
Cet.ke-9.jakarta.pantjuran tujuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar