Identitas nasional
indonesia dalam bentuk Pancasila sangatlah penting, sebab menjadi pembeda
bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain, juga karena identitas nasional merupakan
hal mutlak yang dimiliki suatu bangsa agar Indonesia dikenal oleh bangsa lain,
sehingga mampu melanjutkan perjuangan dan eksis sebagai bangsa sesuai
fitrahnya.
Adapun, Suryo (2002) menjelaskan
bahwa munculnya identitas nasional dipengaruhi oleh empat factor penting. Pertama,
factor primer yang mencakup entitas, territorial, Bahasa, agama dan sebagainya.
Kedua, factor pendorong yang meliputi Pembangunan komunikasi dan
teknologi lahirnya Angkatan bersenjata modern. Ketiga, factor penarik
yang mencakup kodifikasi Bahasa. dan keempat, factor reaktif yang
berkaitan dengan memori kolektif bangsa Indonesia akan penderitaan,
kesengsaraan hidup, serta semangat Bersama dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Keempat factor tersebut menjadi factor-faktor penyebab munculnya identitas
nasional Indonesia hingga menjadi seperti sekarang ini (Kaelan & Zubaidi,
2007).
Pancasila Adalah
identitas nasional yang penting untuk dipertahankan di Tengah tantangan
globalisasi, karena nilai-nilai dasar Pancasila membentuk karakter bangsa
(Azyumardi Azra, 2006).
Dengan demikian, dapat
dipahami bahwa identitas nasional Indonesia muncul karena adanya banyak factor
yang mempengaruhi sebagai sumber kekuatan Bersama untuk mempertahankan
eksistensi Indonesia hingga masa kini.
MAKNA
IDENTITAS NASIONAL
Identitas nasional diartikan
sebagai ciri-ciri, segala perasaan atau sifat-sifat kebangsaan yang berasal
dari bangsa itu sendiri, yang pada akhirnya menjadi pembeda bangsa tersebut
dengan bangsa lain. Identitas nasional mencakup dua aspek, yakni; pertama,
aspek ciri khas sebagai gambaran yang mewakili keadaan dari bangsa tersebut.
Kedua, identitas nasional merupakan pembeda bangsa tersebut dengan bangsa lain
sebagai kekhasan (MKDU4111/MODUL 5.7).
CARA
MEMPERTAHANKAN IDENTITAS NASIONAL DARI ARUS GLOBALISASI
Dunia terus berubah seiring dengan
perjalanan waktu, tantangan datang silih berganti mewarnai kehidupan manusia. Untuk
tetap bertahan mencapai tujuan di Tengah arus globalisasi Adalah dengan
memiliki idealisme. Sebuah idealisme dipengaruhi setidaknya oleh dua hal,
yyakni; pertama, sebagai citra diri atau persepsi diri. Kedua, Adalah
nilai-nilai yang dianggap penting oleh seseorang. Idealisme merupakan citra
diri individu yang membedakan dengan orang lain.
Globalisasi disamping memiliki
dampak positif karena pesatnya perkembangan teknologi informasi, namun juga
membawa dampak negative seperti dikemukakan (Kaelan, 2011:4) bahwa dampak
negative globalisasi pada tataran kepribadian Adalah lahirnya sikap pragmatis, materialistis
dan praktis yang dipengaruhi oleh negara luar.
Oleh karena itu, cara saya
sebagai seorang mahasiswa jurusan perpustakaan dalam mempertahankan identitas
nasional Negara Indonesia di Tengah arus globalisasi adalah;
1.
Membangun
pengetahuan pengguna perpustakaan terkait idealisme bangsa Indonesia yang
berasaskan Pancasila, dengan cara diskusi buku, pameran budaya dan lomba
menulis tentang budaya sebagai warisan local Indonesia.
2.
Menampilkan
dan menyebarluaskan koleksi perpustakaan dengan literatur nasional, sejarah
perjuangan para pahlawan dan hasil budaya Nusantara untuk memupuk rasa cinta
tanah air.
3.
Digitalisasi asset budaya sebagai bukti eksistensi
negara dalam melawan arus informasi asing, serta mendidik generasi bangsa agar
mampu memilih dan menyaring pengaruh negative globalisasi dan menagkal
informasi palsu yang dapat menggerus nilai-nilai kebangsaan.
4.
Menyediakan
akses informasi yang merata melalui literasi digital uantuk membangun
Masyarakat berpengetahuan yang siap menghadapi tantangan global tanpa
kehilangan identitas nasionalnya.
REFERENSI
Azra,
A., dkk. (2006). Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education):
Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani. Jakarta: Kerjasama
Indonesian Center for Civic Education (ICCE) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
dan The Asia Foundation.
Kaelan
dan Zubaidi, Ahmad. (2007) “Pendidikan kewarganegaraan” Yogyakarta:
Paradigma
Kaelan,
(2011) ”Pendidikan Pancasila.” Yogyakarta: Paradigma
Suryo,
Djoko. 2002. “pembentukan identitas nasional” makalah seminar terbatas
pengembangan wawassan tentang civil education, LP3 UMY, Yogyakarta
Syamsuddin,
Mukhtasar, dkk. 2025. Pancasila. Tangerang. Univ.Terbuka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar