Selasa, 17 Februari 2026

PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL

Identitas nasional indonesia dalam bentuk Pancasila sangatlah penting, sebab menjadi pembeda bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain, juga karena identitas nasional merupakan hal mutlak yang dimiliki suatu bangsa agar Indonesia dikenal oleh bangsa lain, sehingga mampu melanjutkan perjuangan dan eksis sebagai bangsa sesuai fitrahnya.

Adapun, Suryo (2002) menjelaskan bahwa munculnya identitas nasional dipengaruhi oleh empat factor penting. Pertama, factor primer yang mencakup entitas, territorial, Bahasa, agama dan sebagainya. Kedua, factor pendorong yang meliputi Pembangunan komunikasi dan teknologi lahirnya Angkatan bersenjata modern. Ketiga, factor penarik yang mencakup kodifikasi Bahasa. dan keempat, factor reaktif yang berkaitan dengan memori kolektif bangsa Indonesia akan penderitaan, kesengsaraan hidup, serta semangat Bersama dalam memperjuangkan kemerdekaan. Keempat factor tersebut menjadi factor-faktor penyebab munculnya identitas nasional Indonesia hingga menjadi seperti sekarang ini (Kaelan & Zubaidi, 2007).

Pancasila Adalah identitas nasional yang penting untuk dipertahankan di Tengah tantangan globalisasi, karena nilai-nilai dasar Pancasila membentuk karakter bangsa (Azyumardi Azra, 2006).

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa identitas nasional Indonesia muncul karena adanya banyak factor yang mempengaruhi sebagai sumber kekuatan Bersama untuk mempertahankan eksistensi Indonesia hingga masa kini.

MAKNA IDENTITAS NASIONAL

Identitas nasional diartikan sebagai ciri-ciri, segala perasaan atau sifat-sifat kebangsaan yang berasal dari bangsa itu sendiri, yang pada akhirnya menjadi pembeda bangsa tersebut dengan bangsa lain. Identitas nasional mencakup dua aspek, yakni; pertama, aspek ciri khas sebagai gambaran yang mewakili keadaan dari bangsa tersebut. Kedua, identitas nasional merupakan pembeda bangsa tersebut dengan bangsa lain sebagai kekhasan (MKDU4111/MODUL 5.7).

CARA MEMPERTAHANKAN IDENTITAS NASIONAL DARI ARUS GLOBALISASI

Dunia terus berubah seiring dengan perjalanan waktu, tantangan datang silih berganti mewarnai kehidupan manusia. Untuk tetap bertahan mencapai tujuan di Tengah arus globalisasi Adalah dengan memiliki idealisme. Sebuah idealisme dipengaruhi setidaknya oleh dua hal, yyakni; pertama, sebagai citra diri atau persepsi diri. Kedua, Adalah nilai-nilai yang dianggap penting oleh seseorang. Idealisme merupakan citra diri individu yang membedakan dengan orang lain.

Globalisasi disamping memiliki dampak positif karena pesatnya perkembangan teknologi informasi, namun juga membawa dampak negative seperti dikemukakan (Kaelan, 2011:4) bahwa dampak negative globalisasi pada tataran kepribadian Adalah lahirnya sikap pragmatis, materialistis dan praktis yang dipengaruhi oleh negara luar.

Oleh karena itu, cara saya sebagai seorang mahasiswa jurusan perpustakaan dalam mempertahankan identitas nasional Negara Indonesia di Tengah arus globalisasi adalah;

1.     Membangun pengetahuan pengguna perpustakaan terkait idealisme bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila, dengan cara diskusi buku, pameran budaya dan lomba menulis tentang budaya sebagai warisan local Indonesia.

2.     Menampilkan dan menyebarluaskan koleksi perpustakaan dengan literatur nasional, sejarah perjuangan para pahlawan dan hasil budaya Nusantara untuk memupuk rasa cinta tanah air.

3.      Digitalisasi asset budaya sebagai bukti eksistensi negara dalam melawan arus informasi asing, serta mendidik generasi bangsa agar mampu memilih dan menyaring pengaruh negative globalisasi dan menagkal informasi palsu yang dapat menggerus nilai-nilai kebangsaan.

4.     Menyediakan akses informasi yang merata melalui literasi digital uantuk membangun Masyarakat berpengetahuan yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas nasionalnya.


REFERENSI

Azra, A., dkk. (2006). Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education): Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani. Jakarta: Kerjasama Indonesian Center for Civic Education (ICCE) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan The Asia Foundation. 

Kaelan dan Zubaidi, Ahmad. (2007) “Pendidikan kewarganegaraan” Yogyakarta: Paradigma

Kaelan, (2011) ”Pendidikan Pancasila.” Yogyakarta: Paradigma

Suryo, Djoko. 2002. “pembentukan identitas nasional” makalah seminar terbatas pengembangan wawassan tentang civil education, LP3 UMY, Yogyakarta

Syamsuddin, Mukhtasar, dkk. 2025. Pancasila. Tangerang. Univ.Terbuka




Tidak ada komentar:

Posting Komentar