Selasa, 17 Februari 2026

PENGEMBANGAN KOLEKSI

 1.     PENGEMBANGAN KOLEKSI

Pengembangan koleksi Adalah proses memenuhi kebutuhan informasi Masyarakat secara tepat waktu dan tepat guna dengan memanfaatkan sumber daya informasi yang dikelola oleh perpustakaan atau yang dikelola oleh perpustakaan lain. Pengembangan koleksi merupakan bagian dari keseluruhan kegiatan perpustakaan yang bertujuan untuk mentransfer informasi dan mengembangkan pengetahuan (Evans & Saponora, 2005:6).

Sementara itu, Clayton & Gorman (dalam PUST4102/modul 1.5-7) memaknai pengembangan koleksi sebagai kegiatan yang lebih berfokus pada konten koleksi dalam kaitannya dengan kebuutuhan pengguna.

Dengan demikian, pengembangan koleksi dapat dipahami sebagai proses memenuhi kebutuhan Masyarakat secara tepat waktu dan tepat guna yang lebih berfokus pada konten koleksi.

 

A.    PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, definisi perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Berdasarkan pengertian, karakter dan fungsinya, menurut Evans & Saponora, (2005:42-46) perpustakaan dibagi dalam empat jenis, salah satunya perpustakaan sekolah.

Adapun Larasati (2001) mendefinisikan perpustakaan sekolah sebagai suatu unit kerja di sekolah yang menyimpan koleksi bahan perpustakaan yang diatur secara sistematis, digunakan sebagai sumber informasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Dari definisi tersebut dipahami bahwa perpustakaan sekolah merupakan unit kerja sekolah yang menyimpan koleksi bahan perpustakaan yang berupa; buku Pelajaran yang berkaitan dengan bidang studi yang diajarkan, buku penunjang sebagai materi tambahan untuk mendukung kurikulum, buku bacaan fiksi dan non fiksi dari berbagai genre untuk menumbuhkan minat baca dan rekreasi, karya tulis local hasil tulis guru dan siswa, buku terbitan berkala (majalah, surat kabar dan jurnal), buku referensi (kamus, ensiklopedia, atlas, direktori) dan media non cetak/rekam seperti kliping, film, kaset, CD, DVD dan alat peraga.

 

B.    TUJUAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Kebijakan pengembangan koleksi Adalah suatu ketetapan yang memuat prinsip atau pedoman yang memberikan tuntutan dalam melakukan pengembangan koleksi yang disepakati oleh pihak-pihak yang bertanggungjawab atas upaya perluasan dan penambahan koleksi di suatu perpustakaan (Evans & Saponaro, 2005:49).  Atas dasar tersebut, kebijakan koleksi perpustakaan dapat berfungsi sebagai acuan dalam pengambilan Keputusan saat menemui permasalahan dalam proses pengembangan koleksi.

Koleksi perpustakaan sekolah memiliki tujuan untuk menunjang kegiatan Pendidikan, baik bagi siswa, guru, maupun staff tata usaha. Adapun menurut James Thompson, tujuan koleksi perpustakaan Adalah menyediakan referensi sebagai rujukan informasi yang cepat dan tepat untuk pengguna dan mendukung kurikulum yang diterapkan di sekolah.

Adapun (dalam PUST4102/modul 2.7) menyatakan bahwa kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan memiliki tujuan, diantaranya;

1.     Sebagai panduan setiap orang dalam pembuatan keputusan, dalam hal ini panduan pembuatan keputusan perpustakaan sekolah.

2.     Menjadi panduan dalam menangani masalah-masalah yang actual, dalam hal ini menangani masalah actual perpustakaan sekolah.

3.     Menangani masalah yang ada dalam organisasi, yang dalam hal ini menangani masalah yang ada dalam perpustakaan sekolah.

4.     Memastikan konsistensi dalam pencapaian tujuan organisasi, dalam hal ini mencapai tujuan perpustakaan sekolah.

5.     Membuat komitmen dengan tujuan organisasi, dalam hal ini tujuan perpustakaan sekolah.

6.     Menjelaskan nilai-nilai dan tujuan organisasi, dalam hal ini nilai dan tujuan perpustakaan sekolah.

7.     Memenuhi hak-hak staff, dalam hal ini staff perpustakaan sekolah.

Berdasarkan pada uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan tersebut memiliki tujuan sebagai panduan bagi perpustakaan sekolah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan koleksi perpustakaan sekolah.

 

C.    PRINSIP PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Kebijakan pengembangan koleksi merupakan alat perencanaan dan sarana untuk mengkomunikasikan tujuan dan pengembangan koleksi perpustakaan. Agar kebijakan pengembangan koleksi dapat dilaksankan secara terarah, kebijakan pengembangan koleksi harus disusun secara tertulis. Kebijakan pengembangan koleksi tertulis berfungsi sebagai pedoman, sarana komunikasi dan perencanaan (Herlina, 2009;60).

Dengan demikian dapat dipahami bahwa pengembangan koleksi Adalah alat perencanaan dan komunikasi penyampaian tujuan yang disusun secara tertulis sebagai pedoman, sarana komunikasi dan perencanaan dalam hal ini pengembangan koleksi di sekolah.

Adapun pengembangan koleksi perpustakaan pada umumnya menurut Siregar (1998:6) hendaknya mengacu pada prinsip-prinsip kebijakan pengembangan koleksi, diantaranya; Orientasi pada kebutuhan pengguna, Kelengkapan, Kemutakhiran, Kerja sama, Relevansi dan kualitas dan efisiensi.

Hampir serupa juga ditemukan prinsip yang sama pada (PUT4102/modul 2.17), yang menguraikan prinsip-prinsip kebijakan pengembangan koleksi, yakni;

1.     Kerelevanan. Prinsip ini mengarahkan agar koleksi perpustakaan relevan dengan visi dan misi organisasi atau perpustakaan itu sendiri yang diwujudkan dalam bentuk program kerja.

2.     Berorientasi pada kebutuhan pengguna. Pengembangan koleksi hendaknya memprioritaskan kebutuhan pengguna, dalam hal ini perpustakaan sekolah harus berorientasi pada kebutuhan siswa-siswi, guru dan staff.

3.     Kelengkapan. prinsip ini mengedepankan perlunya memperlihatkan kelengkapan koleksi, seperti; untuk mempelajari Bahasa asing. Perpustakaan sekolah harus melengkapi koleksinya dengan Bahasa asing yang diminati siswa.

4.     Kemuktahiran. Prinsip ini mengarahkan agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap menyesuaikan bidang ilmu serta visi misi sekolah.

5.     Kerja sama. Prinsip ini menekankan perlunya Kerjasama dengan perpustakaan atau pihak lain untuk mengurangi beban anggaran.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa ada terdapat lima prinsip utama yang perlu dipenuhi oleh setiap perpustakaan secara umum atau dalam hal ini perpustakaan di sekolah.

 

D.    PERMASALAHAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Pengembangan koleksi sebagai salah satu sarana pendidikan penunjang kegiatan belajar siswa yang memicu tercapainya tujuan pendidikan, dan adanya peran perpustakaan dalam melengkapi informasi yang diperlukan bagi pengguna. Dalam hal ini untuk meningkatkan pelayanan serta pemanfaatan-pemanfaatan perpustakaan pemustaka pihak perpustakaan dituntut untuk meningkatkan fasilitas perpustakaan baik ditinjau dari koleksinya ataupun sarana pendukung lainnya.

Ernaningsih & Dewi (2016:195) mengemukakan bahwa evaluasi dalam kegiatan pengembangan koleksi dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pengembangan koleksi. Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun ulang kebijakan pengembangan koleksi yang disesuaikan dengan visi-misi lembaga induknya, mengetahui beragam aspek yang perlu dibenahi dan dikembangkan, serta penyesuaian terhadap perkembangan yang terjadi saat ini.

Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Rahardjo, 2010:5) yang mengemukakan bahwa kebijakan merupakan sebuah tanggapan pemerintah/lembaga terhadap masalah-masalah tertentu, kebutuhan serta aspirasi yang berkembang. Misalnya, karena rendahnya respon sivitas akademik untuk menyampaikan judul dan jenis bahan pustaka yang diinginkan melalui formulir tercetak atau google form, akhirnya perpustakaan memanfaatkan media sosial untuk menjaring kebutuhan bahan pustaka karena pada saat ini berbagai jenis media sosial sangat digemari oleh masyarakat dari beragam kalangan. Hal tersebut sesuai dengan istilah library follow user, dimana perpustakaan akan selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dengan karakteristik penggunanya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masalah-masalah pengembangan koleksi di sekolah, khususnya di SMP N 1 Wainggai, Kabupaten Sumba Timur, harus didasarkan pada hasil evaluasi. Adapun masalah umum yang sering dijumpai Adalah sebagai berikut:

1.     Anggaran, anggaran menjadi masalah karena bersifat terbatas dari pemerintah untuk mengadakan dan memperbaharui koleksi perpustakaan di sekolah.

2.     Kebijakan pengembangan koleksi, sekolah tidak memiliki kebijakan tertulis, sehingga arah pengembangan tidak jelas dan tidak konsisten.

3.     Sumber daya manusia, minimnya staff pustakawan yang terampil dan memadai sehingga proses pengadaan menjadi terhambat, seperti di SMP N 1 Wainggay, Sumba Timur, pustakawan hanya lulusan SMA sederajat.

4.     Relevansi seleksi, koleksi tidak relevan dengan kurikulum terbaru yang spesifik pada kebutuhan siswa dan guru.

5.     Keterbatasan ruang, umumnya perpustakaan sekolah berfungsi ganda, seperti untuk laboratorium sehingga ruang menjadi sempit.

6.     Kurangnya minat guru dan siswa, siswa lebih memilih bermain dan kantin di waktu istirahat, begitupun guru lebih memilih rileks selekas mengajar di kelas, sehingga koleksi perpustakaan tidak terpakai.

7.     Krisis ekonomi global, turut mempengaruhi anggaran di sekolah dalam pengadaan koleksi perpustakaan karena dana terpotong oleh pemerintah (efisiensi).

 

E.    SOLUSI PERMASALAHAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Berdasarkan pada masalah-masalah tersebut di atas, maka Solusi yang penulis bisa tawarkan Adalah sebagai berikut:

1.     Manfaatkan Kerjasama, dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki, wajib hukumnya untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti guru, orang tua, dan alumni untuk mendapatkan dukungan dalam pengadaan koleksi yang efisien.

2.     Kebijakan tertulis, harus Menyusun kebijakan pengembangan koleksi yang jelas dan tertulis untuk menjadi pedoman dalam pengadaan koleksi sekolah.

3.     Tingkatkan sumber daya manusia, Pustakawan sekolah perlu memiliki keterampilan yang memadai dalam pemilihan, pengadaan, dan pengelolaan koleksi.

4.     Relevansi koleksi, Sediakan koleksi yang tidak hanya mendukung kurikulum, tetapi juga pengembangan diri dan kegiatan ekstrakurikuler siswa. 

5.     Keterbatasan ruang, manfaatkan ruang yang sempit dengan koleksi yang tidak harus banyak tetapi beragam sesuai kebutuhan siswa dan guru.

6.     Promosikan untuk meingkatkan minat baca guru dan siswa di perpustakaan sekolah yang dikelola.

7.     Krisis ekonomi global, dalam rangka mengatasi krisis global, pemerintah melakukan efisiensi, perpustakaan wajib menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan koleksi yang sesuai dengan visi misi dan tujuan sekolah.

 

2.     PROSES SELEKSI BAHAN PUSTAKA DAN ALAT BANTUNYA BERDASARKAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI DI SEKOLAH

Dalam rangka menyeleksi bahan Pustaka, staff perpustakaan sekolah memerlukan sarana atau alat bantu khusus (Qalyubi, dkk, 2007:87). Alat bantu Adalah alat yang membantu staff perpustakaan untuk menentukan suatu bahan Pustaka layak dijadikan koleksi perpustakaan.

Alat bantu yang berkualitas mempengaruhi proses seleksi untuk memperoleh bahan Pustaka yang juga berkualitas (Yulia & Sujana, 2007:4.28). Oleh karena itu, alat bantu perlu dipilih yang terbaik, seperti diuraikan oleh penulis yang sama bahwa alat bantu seleksi dapat dibedakan menjadi delapan kategori, diantaranya sebagai berikut;

1.     Sumber informasi buku yang baru diterbitkan

Merupakan daftar buku terbaru yang diterbitkan sesuai kurikulum sekolah yang didalamnya memuat indeks pengarang, indeks judul dan indeks subjek.

2.     Katalog penerbit, brosur dan lembar promosi

Alat bantu ini menampilkan daftar terbitan mingguan seiring perubahan kurikulum sekolah, seperti buku yang tak lagi diterbitkan ataupun yang masih diterbitkan pada kurikulum yang baru. Alat bantu ini memuat judul, pengarang, tahun terbit, jumlah halaman, ISBN/ISSN dan harga buku.

3.     Tinjauan buku atau referensi

Uraian pembicaraan ataupun penilaian terhadap suatu karya yang menyangkut bentuk fisik atau isinya.

4.     Bibligrafi nasional

Merupakan bentuk buku yang diterbitkan oleh perpustakaan atau Lembaga lain dapat berskala nasional ataupun internasional.

5.     Pangkalan data terpasang

Alat bantu terhubung dengan internet sehingga dapat diakses secara nasional dan internasional, seperti amazon.com.

6.     Buku-buku terbaik, daftar yang direkomendasikan dan koleksi inti

Memuat daftar buku-buku yang dianggap terbaik yang direkomendasikan untuk dibaca.

7.     Bibliografi subjek

Daftar buku yang mendaftar bahan Pustaka dalam subjek atau disiplin ilmu tertentu yang dikeluarkan oleh perpustakaan dilingkungan tertentu. Seperti bibliografi Sejarah, dll.

8.     Daftar tambahan koleksi, Memuat daftar buku yang diterima oleh sebuah perpustakaan.


DAFTAR PUSTAKA
Adisasmita, Rahardjo. 2010. “Pengelolaan Pendapatan Dan Anggran Daerah”. Graha Ilmu: Yogjakarta

Ernaningsih, D., & Dewi, A. N. (2016). Manajemen Perpustakaan Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Herlina, 2009. Manajemen Perpustakaan Pendekatan Teori dan Praktik. Palembang: Grafika Telindo Press

Laksmi. 2024. Pengembangan Koleksi. Banten. Univ. Terbuka.

Siregar, Ashadi, dkk. (1998). Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa. Jakarta: PT Macana Jaya Cemerlang. 

Qalyubi, dkk., 2007 adalah "Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi"  Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Adab, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. 

Yulia, Y., & Sujana, J. G. (2007). Pengembangan Koleksi. Jakarta: Universitas Terbuka. 

Perpustakaan Nasional Republic Indonesia. 2011. Standar nasional perpustakaan (SNP) bidang perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguan tinggi. Jakarta. PNRI
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar