1. PENGEMBANGAN KOLEKSI
Pengembangan
koleksi Adalah proses memenuhi kebutuhan informasi Masyarakat secara tepat
waktu dan tepat guna dengan memanfaatkan sumber daya informasi yang dikelola
oleh perpustakaan atau yang dikelola oleh perpustakaan lain. Pengembangan
koleksi merupakan bagian dari keseluruhan kegiatan perpustakaan yang bertujuan
untuk mentransfer informasi dan mengembangkan pengetahuan (Evans & Saponora,
2005:6).
Sementara
itu, Clayton & Gorman (dalam PUST4102/modul 1.5-7) memaknai pengembangan
koleksi sebagai kegiatan yang lebih berfokus pada konten koleksi dalam
kaitannya dengan kebuutuhan pengguna.
Dengan
demikian, pengembangan koleksi dapat dipahami sebagai proses memenuhi kebutuhan
Masyarakat secara tepat waktu dan tepat guna yang lebih berfokus pada konten
koleksi.
A.
PENGEMBANGAN
KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Menurut Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, definisi perpustakaan
adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya
rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan
pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.
Berdasarkan pengertian, karakter
dan fungsinya, menurut Evans & Saponora, (2005:42-46) perpustakaan dibagi
dalam empat jenis, salah satunya perpustakaan sekolah.
Adapun Larasati
(2001) mendefinisikan perpustakaan sekolah sebagai suatu unit kerja di
sekolah yang menyimpan koleksi bahan perpustakaan yang diatur secara
sistematis, digunakan sebagai sumber informasi untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan.
Dari definisi tersebut dipahami
bahwa perpustakaan sekolah merupakan unit kerja sekolah yang menyimpan koleksi
bahan perpustakaan yang berupa; buku Pelajaran yang berkaitan dengan bidang
studi yang diajarkan, buku penunjang sebagai materi tambahan untuk mendukung
kurikulum, buku bacaan fiksi dan non fiksi dari berbagai genre untuk
menumbuhkan minat baca dan rekreasi, karya tulis local hasil tulis guru dan
siswa, buku terbitan berkala (majalah, surat kabar dan jurnal), buku referensi
(kamus, ensiklopedia, atlas, direktori) dan media non cetak/rekam seperti
kliping, film, kaset, CD, DVD dan alat peraga.
B.
TUJUAN
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Kebijakan pengembangan koleksi Adalah
suatu ketetapan yang memuat prinsip atau pedoman yang memberikan tuntutan dalam
melakukan pengembangan koleksi yang disepakati oleh pihak-pihak yang
bertanggungjawab atas upaya perluasan dan penambahan koleksi di suatu
perpustakaan (Evans & Saponaro, 2005:49). Atas dasar tersebut, kebijakan koleksi
perpustakaan dapat berfungsi sebagai acuan dalam pengambilan Keputusan saat
menemui permasalahan dalam proses pengembangan koleksi.
Koleksi perpustakaan sekolah
memiliki tujuan untuk menunjang kegiatan Pendidikan, baik bagi siswa, guru,
maupun staff tata usaha. Adapun menurut James Thompson, tujuan koleksi
perpustakaan Adalah menyediakan referensi sebagai rujukan informasi yang cepat
dan tepat untuk pengguna dan mendukung kurikulum yang diterapkan di sekolah.
Adapun (dalam PUST4102/modul 2.7)
menyatakan bahwa kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan memiliki tujuan,
diantaranya;
1.
Sebagai
panduan setiap orang dalam pembuatan keputusan, dalam hal ini panduan pembuatan
keputusan perpustakaan sekolah.
2.
Menjadi
panduan dalam menangani masalah-masalah yang actual, dalam hal ini menangani
masalah actual perpustakaan sekolah.
3.
Menangani
masalah yang ada dalam organisasi, yang dalam hal ini menangani masalah yang
ada dalam perpustakaan sekolah.
4.
Memastikan
konsistensi dalam pencapaian tujuan organisasi, dalam hal ini mencapai tujuan
perpustakaan sekolah.
5.
Membuat
komitmen dengan tujuan organisasi, dalam hal ini tujuan perpustakaan sekolah.
6.
Menjelaskan
nilai-nilai dan tujuan organisasi, dalam hal ini nilai dan tujuan perpustakaan
sekolah.
7.
Memenuhi
hak-hak staff, dalam hal ini staff perpustakaan sekolah.
Berdasarkan pada uraian di atas,
dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan tersebut memiliki tujuan sebagai
panduan bagi perpustakaan sekolah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang
terkait dengan koleksi perpustakaan sekolah.
C.
PRINSIP
PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Kebijakan pengembangan koleksi merupakan alat perencanaan dan sarana
untuk mengkomunikasikan tujuan dan pengembangan koleksi perpustakaan. Agar
kebijakan pengembangan koleksi dapat dilaksankan secara terarah, kebijakan
pengembangan koleksi harus disusun secara tertulis. Kebijakan pengembangan
koleksi tertulis berfungsi sebagai pedoman, sarana komunikasi dan perencanaan (Herlina,
2009;60).
Dengan demikian dapat dipahami bahwa pengembangan koleksi Adalah alat
perencanaan dan komunikasi penyampaian tujuan yang disusun secara tertulis
sebagai pedoman, sarana komunikasi dan perencanaan dalam hal ini pengembangan
koleksi di sekolah.
Adapun pengembangan koleksi perpustakaan pada umumnya menurut Siregar
(1998:6) hendaknya mengacu pada prinsip-prinsip kebijakan pengembangan koleksi,
diantaranya; Orientasi pada kebutuhan pengguna, Kelengkapan, Kemutakhiran, Kerja
sama, Relevansi dan kualitas dan efisiensi.
Hampir serupa juga ditemukan prinsip yang sama pada (PUT4102/modul
2.17), yang menguraikan prinsip-prinsip kebijakan pengembangan koleksi, yakni;
1.
Kerelevanan.
Prinsip ini mengarahkan agar koleksi perpustakaan relevan dengan visi dan misi
organisasi atau perpustakaan itu sendiri yang diwujudkan dalam bentuk program
kerja.
2.
Berorientasi
pada kebutuhan pengguna. Pengembangan koleksi hendaknya memprioritaskan
kebutuhan pengguna, dalam hal ini perpustakaan sekolah harus berorientasi pada
kebutuhan siswa-siswi, guru dan staff.
3.
Kelengkapan.
prinsip ini mengedepankan perlunya memperlihatkan kelengkapan koleksi, seperti;
untuk mempelajari Bahasa asing. Perpustakaan sekolah harus melengkapi
koleksinya dengan Bahasa asing yang diminati siswa.
4.
Kemuktahiran.
Prinsip ini mengarahkan agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan tetap menyesuaikan bidang ilmu serta visi misi sekolah.
5.
Kerja sama.
Prinsip ini menekankan perlunya Kerjasama dengan perpustakaan atau pihak lain
untuk mengurangi beban anggaran.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa ada terdapat lima prinsip utama
yang perlu dipenuhi oleh setiap perpustakaan secara umum atau dalam hal ini
perpustakaan di sekolah.
D.
PERMASALAHAN
PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Pengembangan koleksi sebagai salah
satu sarana pendidikan penunjang kegiatan belajar siswa yang memicu tercapainya
tujuan pendidikan, dan adanya peran perpustakaan dalam melengkapi informasi
yang diperlukan bagi pengguna. Dalam hal ini untuk meningkatkan pelayanan serta
pemanfaatan-pemanfaatan perpustakaan pemustaka pihak perpustakaan dituntut
untuk meningkatkan fasilitas perpustakaan baik ditinjau dari koleksinya ataupun
sarana pendukung lainnya.
Ernaningsih
& Dewi (2016:195)
mengemukakan bahwa evaluasi dalam kegiatan pengembangan koleksi dilaksanakan
untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pengembangan koleksi. Hasil evaluasi
tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun ulang kebijakan
pengembangan koleksi yang disesuaikan dengan visi-misi lembaga induknya,
mengetahui beragam aspek yang perlu dibenahi dan dikembangkan, serta
penyesuaian terhadap perkembangan yang terjadi saat ini.
Hal tersebut sesuai dengan pendapat
(Rahardjo, 2010:5) yang mengemukakan bahwa
kebijakan merupakan sebuah tanggapan pemerintah/lembaga terhadap
masalah-masalah tertentu, kebutuhan serta aspirasi yang berkembang. Misalnya,
karena rendahnya respon sivitas akademik untuk menyampaikan judul dan jenis
bahan pustaka yang diinginkan melalui formulir tercetak atau google form,
akhirnya perpustakaan memanfaatkan media sosial untuk menjaring kebutuhan bahan
pustaka karena pada saat ini berbagai jenis media sosial sangat digemari oleh
masyarakat dari beragam kalangan. Hal tersebut sesuai dengan istilah library
follow user, dimana perpustakaan akan selalu berusaha untuk menyesuaikan diri
dengan karakteristik penggunanya.
Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa masalah-masalah pengembangan koleksi di sekolah, khususnya di SMP N 1
Wainggai, Kabupaten Sumba Timur, harus didasarkan pada hasil evaluasi. Adapun
masalah umum yang sering dijumpai Adalah sebagai berikut:
1.
Anggaran,
anggaran menjadi masalah karena bersifat terbatas dari pemerintah untuk
mengadakan dan memperbaharui koleksi perpustakaan di sekolah.
2.
Kebijakan
pengembangan koleksi, sekolah tidak memiliki kebijakan tertulis, sehingga arah
pengembangan tidak jelas dan tidak konsisten.
3.
Sumber
daya manusia, minimnya staff pustakawan yang terampil dan memadai sehingga
proses pengadaan menjadi terhambat, seperti di SMP N 1 Wainggay, Sumba Timur,
pustakawan hanya lulusan SMA sederajat.
4.
Relevansi
seleksi, koleksi tidak relevan dengan kurikulum terbaru yang spesifik pada
kebutuhan siswa dan guru.
5.
Keterbatasan
ruang, umumnya perpustakaan sekolah berfungsi ganda, seperti untuk laboratorium
sehingga ruang menjadi sempit.
6.
Kurangnya
minat guru dan siswa, siswa lebih memilih bermain dan kantin di waktu
istirahat, begitupun guru lebih memilih rileks selekas mengajar di kelas,
sehingga koleksi perpustakaan tidak terpakai.
7.
Krisis
ekonomi global, turut mempengaruhi anggaran di sekolah dalam pengadaan koleksi
perpustakaan karena dana terpotong oleh pemerintah (efisiensi).
E.
SOLUSI
PERMASALAHAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Berdasarkan
pada masalah-masalah tersebut di atas, maka Solusi yang penulis bisa tawarkan
Adalah sebagai berikut:
1.
Manfaatkan
Kerjasama, dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki, wajib hukumnya
untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti guru, orang tua, dan
alumni untuk mendapatkan dukungan dalam pengadaan koleksi yang efisien.
2.
Kebijakan
tertulis, harus Menyusun kebijakan pengembangan koleksi yang jelas dan
tertulis untuk menjadi pedoman dalam pengadaan koleksi sekolah.
3.
Tingkatkan
sumber daya manusia, Pustakawan sekolah perlu memiliki keterampilan yang
memadai dalam pemilihan, pengadaan, dan pengelolaan koleksi.
4.
Relevansi
koleksi, Sediakan koleksi yang tidak hanya mendukung kurikulum, tetapi juga
pengembangan diri dan kegiatan ekstrakurikuler siswa.
5.
Keterbatasan
ruang, manfaatkan ruang yang sempit dengan koleksi yang tidak harus banyak
tetapi beragam sesuai kebutuhan siswa dan guru.
6.
Promosikan
untuk meingkatkan minat baca guru dan siswa di perpustakaan sekolah yang
dikelola.
7.
Krisis
ekonomi global, dalam rangka mengatasi krisis global, pemerintah melakukan
efisiensi, perpustakaan wajib menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan koleksi
yang sesuai dengan visi misi dan tujuan sekolah.
2.
PROSES
SELEKSI BAHAN PUSTAKA DAN ALAT BANTUNYA BERDASARKAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN
KOLEKSI DI SEKOLAH
Dalam
rangka menyeleksi bahan Pustaka, staff perpustakaan sekolah memerlukan sarana
atau alat bantu khusus (Qalyubi, dkk, 2007:87).
Alat bantu Adalah alat yang membantu staff perpustakaan untuk menentukan suatu
bahan Pustaka layak dijadikan koleksi perpustakaan.
Alat bantu
yang berkualitas mempengaruhi proses seleksi untuk memperoleh bahan Pustaka
yang juga berkualitas (Yulia & Sujana, 2007:4.28).
Oleh karena itu, alat bantu perlu dipilih yang terbaik, seperti diuraikan oleh
penulis yang sama bahwa alat bantu seleksi dapat dibedakan menjadi delapan
kategori, diantaranya sebagai berikut;
1.
Sumber
informasi buku yang baru diterbitkan
Merupakan
daftar buku terbaru yang diterbitkan sesuai kurikulum sekolah yang didalamnya
memuat indeks pengarang, indeks judul dan indeks subjek.
2.
Katalog
penerbit, brosur dan lembar promosi
Alat
bantu ini menampilkan daftar terbitan mingguan seiring perubahan kurikulum
sekolah, seperti buku yang tak lagi diterbitkan ataupun yang masih diterbitkan
pada kurikulum yang baru. Alat bantu ini memuat judul, pengarang, tahun terbit,
jumlah halaman, ISBN/ISSN dan harga buku.
3.
Tinjauan
buku atau referensi
Uraian
pembicaraan ataupun penilaian terhadap suatu karya yang menyangkut bentuk fisik
atau isinya.
4.
Bibligrafi
nasional
Merupakan
bentuk buku yang diterbitkan oleh perpustakaan atau Lembaga lain dapat berskala
nasional ataupun internasional.
5.
Pangkalan
data terpasang
Alat
bantu terhubung dengan internet sehingga dapat diakses secara nasional dan internasional,
seperti amazon.com.
6.
Buku-buku
terbaik, daftar yang direkomendasikan dan koleksi inti
Memuat
daftar buku-buku yang dianggap terbaik yang direkomendasikan untuk dibaca.
7.
Bibliografi
subjek
Daftar
buku yang mendaftar bahan Pustaka dalam subjek atau disiplin ilmu tertentu yang
dikeluarkan oleh perpustakaan dilingkungan tertentu. Seperti bibliografi
Sejarah, dll.
8.
Daftar
tambahan koleksi, Memuat daftar buku yang diterima oleh sebuah perpustakaan.
DAFTAR PUSTAKA
Adisasmita, Rahardjo. 2010. “Pengelolaan Pendapatan Dan Anggran
Daerah”. Graha Ilmu: Yogjakarta
Ernaningsih,
D., & Dewi, A. N. (2016). Manajemen Perpustakaan Modern.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Herlina,
2009. Manajemen Perpustakaan Pendekatan Teori dan Praktik. Palembang:
Grafika Telindo Press
Laksmi.
2024. Pengembangan Koleksi. Banten. Univ. Terbuka.
Siregar,
Ashadi, dkk. (1998). Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media
Massa. Jakarta: PT Macana Jaya Cemerlang.
Qalyubi,
dkk., 2007 adalah "Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi"
Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Adab, UIN Sunan Kalijaga,
Yogyakarta.
Yulia,
Y., & Sujana, J. G. (2007). Pengembangan Koleksi. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Perpustakaan
Nasional Republic Indonesia. 2011. Standar nasional perpustakaan (SNP)
bidang perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguan tinggi. Jakarta. PNRI
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar