Selasa, 17 Februari 2026

Teknologi telah bergeser dan melahirkan new media

     Teknologi telah bergeser dan melahirkan new media (media baru), yang sebenarnya merujuk pada sebuah perubahan dalam proses produksi media, distribusi dan penggunaannya. David Holmes (dalam Nasrulla, 2015) menyatakan bahwa dalam media lama pengguna atau khalayak media merupakan khalayak yang pasif dan cenderung tidak mengetahui satu sama lain, sedangkan pada media baru pengguna bisa saling berinteraksi, baik di antara pengguna itu sendiri maupun dengan produser konten media. 

Pergeseran tersebut berakibat berubahnya cara manusia dalam berkomunikasi. Tamburaka (2013, h. 72) mengatakan bahwa khalayak media massa sebelumnya dikendalikan oleh informasi dari lembaga media massa, namun ketika perubahan teknologi terjadi kearah digitalisasi, pola distribusi konten media berubah menjadi berpindah ke posisi khalayak. Sehingga dominasi media sebagai penyedia konten sudah tidak lagi menjadi satusatunya sumber informasi, bahkan sebaliknya khalayak juga dapat meciptakan konten media itu sendiri.

Sementara itu, Rogers 1986 (dalam Prajarto, Nunung. 2024:5.34-35) memaparkan bahwa terdapat tiga perbedaan dalam komunikasi manusia yang disebabkan oleh keberadaan media baru.  Tiga perbedaan yang dimaksud, adalah sebagai berikut;

1.     Interactivity, mengandung dua pengertian, pertama adanya teknologi yang mampu memberi respon terhadap penggunanya (interaktif antar manusia dengan mesin) kedua, interaktif antar pengguna dengan pengguna lainnya. 

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa interactivity adalah interaksi antar manusia dengan mesin dan interaksi antar pengguna dengan pengguna lainnya. Hal ini merujuk pada kemampuan teknologi atau sistem untuk memberikan umpan balik (respon) langsung terhadap masukan (input) dari pengguna. System komunikasi interaktif, individu dituntut lebih aktif dan tidak hanya sekedar pasif atau reaktif.

2.     De-Massified, dengan kontrol terhadap system komunikasi terletak pada pengguna dan bukan pada prosedur media tersebut. Berbeda dengan old media dimana kita hanya bisa menikmati apa yang disajikan oleh prosedur media tersebut. 

3.     Asynchronous, yakni new media mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan waktu dengan pengguna. Berbeda dengan old media dimana kita yang harus menyesuaikan waktu dengan mereka.

 

 KELEMAHAN/ TANTANGAN SIFAT MEDIA BARU (NEW MEDIA)

1.     Interaktivitas bersifat mitos. Seperti dikemukakan Lev Manovich, dalam  (Nasrullah, 2016:27) berpendapat bahwa interaktivitas dalam media baru seringkali adalah sebuah mitos karena pilihan interaksi yang tersedia sebenarnya sudah diprogram sebelumnya oleh pencipta konten (misalnya, pilihan menu navigasi di situs web). Pengguna hanya dapat berinteraksi dalam batasan yang telah ditentukan, sehingga tidak sepenuhnya bebas atau aktif dalam menciptakan konten yang unik. Terdapat dua tipologi untuk mendekati kata interaksi dalam sudut pandang media baru, yaitu tipe terbuka dan tipe tertutup. Dalam tipe terbuka, pengguna memiliki kebebasan menentukan bagaimana jaringan ini akan dibentuk dan bagaimana interaksi itu terjadi. Sementara dalam tipe tertutup, khalayak disajikan pilihan-pilihan layaknya jalan yang setiap belokan akan membawa pada arah dan tujuan yang berbeda. Kondisi ini menempatkan khalayak ketika mengakses media baru untuk memilih secara bebas pilihan-pilihan yang diberikan sesuai dengan apa yang diinginkan.

2.     Penyebaran Hoaks dan Disinformasi. Sifat interaktif memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat, termasuk informasi yang tidak akurat, hoaks, dan disinformasi. 

3.   Risiko Keamanan Data dan Privasi. Interaksi online yang intensif meningkatkan risiko kejahatan dunia maya, seperti pembobolan data dan peretasan akun pribadi.  

4.    Penurunan Akurasi/Kualitas Informasi. Setiap orang dapat menjadi pembuat pesan (konten) dan berinteraksi secara langsung, potensi terjadinya plagiarisme atau penurunan kualitas dan akurasi informasi menjadi lebih tinggi.

5.     Perubahan Perilaku dan Hubungan Sosial: Media baru membawa perubahan sosial dalam gaya hidup dan cara berkomunikasi, yang berpotensi mengurangi hubungan sosial secara langsung dengan orang lain. 

6.     Literasi Media. Tingkat interaktivitas yang tinggi menuntut adanya literasi media yang baik dari pengguna untuk dapat menyaring informasi, berpartisipasi secara bertanggung jawab, dan memahami batasan-batasan dalam interaksi online.

7.     Ketergantungan dan Kecanduan. Kemudahan akses dan sifat interaktif media digital dapat menyebabkan ketergantungan atau kecanduan yang tinggi pada penggunanya (menurut Zakiah, 2007). Hal ini dapat mengganggu keseimbangan kehidupan sosial dan kesehatan mental pengguna.

 

KELEMAHAN/ TANTANGAN SIFAT MEDIA BARU YANG SAYA ALAMI

1.     Menciptakan ketergantungan pada teknologi media. Dalam saya beraktivitas nyaris tidak lepas dari HP, karena mau tidur pun sambil main HP, bahkan bangun pagi lebih dahulu mencari informasi lewat HP daripada mengurus anak.

2.     Menghabiskan waktu dengan bermain media. Waktu lebih  banyak tersita untuk bermain media daripada mengerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga sekaligus staff pemerintahan.

3.     Memerlukan biaya tambahan untuk data internet. Pengeluaran bulanan semakin bertambah karena harus beli data internet.

4.     Ruang privasi menjadi terbuka. Ruang privasi seperti kondisi rumaha tangga, keuangan dll menjadi rentan diketahui public lewat media

5.     Hoax. Berita hoax yang sering tampil akan dianggap benar bila terus dikonsumsi

6.  Konten kekerasan dan porno aksi/pornografi yang tiba-tiba lewat di beranda. Sangat beresiko karena HP bisa saja dipegang oleh anak-anak yang belum layak mengkonsumsi konten tidak bermoral.



DAFTAR PUSTAKA 

Prajarto, Nunung. 2024. Pengantar Ilmu Komunikasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Nasrullah. 2015 “Media sosial: perapektif komunikasi, budaya dan sosioteknologi” Bandung: Simbiosa Rekatama Media. 

Tamburaka, Apriadi. 2013 “Literasi Media : Cerdas Bermedia Khalayak Media. Jakarta: PT Rajagrafindo.

Zakiah. 2007 "Kesehatan Mental" Jakarta:  Gunung Agung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar